Grapiks Concept Oleh Dina Nurlaila, S.Sos 

Grapiks Concept awalnya adalah sebuah bengkel pribadi milik Saya dan Yono yang dirintis pada tahun 2000. Saya dan Yono membuat bengkel mesin kendaraan bermotor karena kebetulan Yono memiliki passion di bidang tersebut. Sejak SMP, di tahun 1996, Yono sudah belajar membongkar motornya sendiri, kemudian ia rakit kembali motornya. Awalnya ia belajar secara otodidak dari lingkungan sekitar, kemudian ia secara khusus mempelajari teknik permesinan di sebuah sekolah mekanik Hartomo Mechanic Training Center (HMTC) yang merupakan sekolah mekanik popular di Bandung.

 

Dari hobi, menjadi pekerjaan, yang akhirnya mengantarkan Yono pada kegiatan sosial. Pada saat itu Saya bekerja sebagai Petugas Lapangan (PL) di Yayasan Grapiks yang masih bergerak dalam perlindungan anak jalanan, dan memiliki beberapa klien anak jalanan. Pada saat itu, stigma terhadap anak jalanan sangat tinggi. Anak jalanan masih dianggap sebagai sampah masyarakat yang kerjanya hanya ngamen, mencuri, dan masa depan suram. Tentu stigma tersebut muncul karena ada beberapa oknum anak jalanan yang melakukan hal demikian, tapi tidak semuanya. Banyak juga diantara mereka yang murni hanya ngamen mencari uang, banyak diantara mereka yang berharap memiliki kehidupan yang lebih baik dengan jalan yang baik, banyak juga yang memiliki kesungguhan untuk selalu berkembang.

Dari sanalah muncul sebuah pemikiran dari Saya untuk mengajari anak jalanan teknik permesinan agar mereka memiliki skill yang membuat mereka tidak dipandang sebelah mata di masyarakat. Akhirnya Saya meminta Yono untuk mengajari beberapa anak jalanan yang memang memiliki passion dalam bidang tersebut, secara gratis. Dari mulai servis motor, tambal ban, mengganti oli, membetulkan kerusakan-kerusakan umum, dll.

Pada saat itu, tahun 2002, 2 tahun setelah berdirinya bengkel, Saya dan Yono mulai mengubah nama bengkel kami menjadi Grapiks Concept, karena secara sukarela ingin mengkhususkan diri menjadi bengkel yang menjadi tempat orang-orang marjinal seperti anak jalanan yang merupakan klien Grapiks, belajar tentang teknik permesinan kendaraan. Tanpa donor, tanpa ada program resmi, kami melakukannya dengan sukarela. Kami juga mempersilakan anak-anak komuntias untuk membetulkan motornya di bengkel, menggunakan perlengkapan yang ada, tanpa dipungut biaya sama sekali, meskipun kadang ada saja anak komunitas yang memaksa memberi. Yang jelas pada saat itu, bagi kami orientasi bukan semata karena uang, tapi juga ingin memberi sesuatu bagi sekitar, meskipun hanya di lingkup terkecil bagi sebagian orang.

Saat Yayasan Grapiks merambah ke dunia HIV-AIDS dan menjangkau komunitas pengguna narkoba suntik, Grapiks Concept juga turut mengajak komunitas barunya untuk dibimbing dalam bidang mekanik. Komunitas tersebut merupakan salah satu komunitas marjinal juga, sama seperti anak jalanan. Apalagi pada saat itu, stigma terhadap penasun dan ODHA masih sangat tinggi, karena sosialisasi mengenai narkoba dan HIV-AIDS belum sejelas sekarang. Sehingga pemikiran untuk mengajari pengguna teknik permesinan tersebut kembali muncul, agar mereka memiliki skill yang membuat mereka tidak dipandang sebelah mata di masyarakat.

Selama beberapa tahun, Grapiks Concept konsisten dengan bidangnya dalam permesinan dan peningkatan kapasitas klien, mulailah Grapiks Concept mulai merambah dunia balap. Tahun 2013, Grapiks Concep mulai merakit beberapa motor balap untuk mengikuti berbagai event balap di berbagai tempat. Di Sentul, Bogor. Di Brigif, Cimahi. Di sirkuit Gery, Subang. Dan di beberapa tempat lainnya.

Melihat kiprah Grapiks Concept dalam kekonsistenannya memadukan bisnis dengan kegiatan social, seorang pengusaha permesinan pemilik CV. Lohjinawi merasa tertarik pada Grapiks Concept dan mensupport apa yang dilakukan Grapiks Concept. Bertepatan dengan itu, tim Grapiks Concept menginisiasi kampanye Back to Zero dimana 8 motor tua yang dirakit oleh Yono, pergi melakukan touring Bandung-Subang 0 KM untuk mensosialisasikan Narkoba dan HIV-AIDS ke orang-orang yang mereka temui sepanjang jalan. Dari mulai pemuda, aparat, masyarakat, sampai klub motor. Dan semua dibiayai oleh CV. Lohjinawi, atas apresiasinya kepada GC atas apa yang dilakukan Grapiks Concept selama ini.

Beberapa event kampanye lain yang dilakukan dengan melibatkan Grapiks Concept adalah gowes Bandung-Bali, dan Gowes Bandung-Pangandaran dengan ODHA, dimana Grapiks Concept menyiapkan beberapa motor dan mobil untuk mendampingi selama perjalanan kesana. Jadi, begitulah perjalanan Grapiks Concept. Mulanya hanya sekedar usaha, lalu mulai berpikir, bahwa hidup bukan melulu soal bisnis. Dan Grapiks Concept mulai membantu anak jalanan dan pengguna mengasah skillnya. Itulah yang diberikan GC sebagai kontribusinya untuk sekitar. Setiap orang berbeda, mungkin ada yang memberi secara materi, ada juga yang dengan non-materi. Yang penting semua harus berangkat dari hati. Saat berangkat dari hati, orang akan menerima dengan hati pula. Dan berawal dari apa yang dilakukan oleh hati pula, Grapiks Concept bisa mendapat sponsor untuk event-eventnya, atas apresiasi mereka terhadap apa yang dilakukan Grapiks Concept untuk komunitas.