YAYASAN GRAHA PRIMA KARYA SEJAHTERA http://grapiks.org Yayasan/Lsm yang bergerak dalam bidang Pencegahan HIV/AIDS, Korban Narkoba, Pemberdayaan anak yang membutuhkan perlindungan khusus, Pendidikan Spiritual dan training center Sun, 5 Sep 2010 11:17:46 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://grapiks.org http://grapiks.org/images/logo.gif YAYASAN GRAHA PRIMA KARYA SEJAHTERA Substitusi Untuk Perokok http://grapiks.org/?pg=articles&article=42852 http://grapiks.org/?pg=articles&article=42852 Wed, 4 Aug 2010 07:39:40 +0700 YAYASAN GRAPIKS Informasi http://grapiks.org/?pg=articles&article=42852

KETIKA ANDA MENCINTAI MANUSIA, PASTINYA ANDA AKAN MENCOBA YANG INI


 

 

 

Cara Kerja Rokok Elektrik:


Pertama: Ketika seseorang menghirup ujung rokok, maka air flow sensor akan mendeteksi adanya aliran udara di ujung rokok.

Kedua: Sensor ini kemudian akan memberitahukan microprosessor untuk melakukan berbagai aksi

Ketiga: Ketika microprocessor mendapat sinyal dari air flow sensor, maka device ini akan melakukan beberapa aksi, yaitu: mengaktifkan atomizer atau nebulizer untuk menyemprotkan campuran bahan berbentuk GEL yang ada di dalam catridge. Adapun penambahan propylene glycol yang dicampurkan ke dalam catridge ini adalah untuk membuat terciptanya uap / kabut yang hampir mirip dengan asap rokok konvensional. Aksi kedua yang dilanjutkan oleh si microprocessor adalah menyalakan LED (Light Emitting Diode) berwarna merah
, supaya memberikan sensasi sebagaimana rokok terbakar ketika dihisap.

Rokok Elektrik Relatif Aman untuk Kesehatan:
Asap yang dihasilkan rokok konvensional mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin dalam kadar yang tinggi, karbon monoksida, dsb.

Rokok Elektrik (e-Cigarette) menggunakan keping pintar/cerdas dan sensor aerodinamis untuk mengendalikan asap yang dihasilkan. Pada Rokok Elektrik (e-Cigarette), terdapat cairan berberat jenis rendah yang digunakan untuk memproduksi aroma dan uap melalui transmisi penyalur super mikro yang berbentuk saluran-saluran kecil berongga. Cairan tersebut diatomisasi sehinga menjadi butiran asap berukuran 0.3-1.2um.

Rokok elektrik ini memiliki mode pintar dengan teknologi microcomputer yang bertugas memecah partikel asap agar mendapatkan sensasi rokok tapi tanpa tar dan zat additive lainya dapat membantu meringankan perokok yang ingin berhenti merokok, dan tidak membahayakan lingkungan sekitar sebagai perokok pasif.

 

Pada rokok tembakau biasa, nikotin yang terkandung di dalamnya adalah sebesar 1.1mg/pcs. Sehingga tiap satu bungkus rokok biasa mengandung 1.1mg x 20 batang = 22 mg nikotin. Sedangkan Rokok Elektrik (e-Cigarette) memberikan kuota penghirupan lebih dari 300 kali yang setara dengan satu pak rokok biasa (20 batang). Kepadatan yang tertinggi adalah 6 mg. Jauh lebih rendah di banding dengan rokok tembakau konvensional.

 

World Health Organization (WHO) telah melakukan bermacam-macam penelitian untuk meneliti efek samping rokok elektrik e-Cigarette ini. Dan hasilnya pada bulan September 2008, WHO menyatakan bahwa rokok elektronik e-Cigarette aman dan efektif untuk konsumsi sehari-hari hingga untuk konsumsi terapi mengurangi / menghilangkan kecanduan merokok konvensional.

Rokok Kesehatan "E-Health Cigarette" telah mendapatkan sertifikan aman dan ramah lingkungan.

Keuntungan Menggunakan Rokok Elektrik:
- TANPA tar, racun, karbon monoksida, zat additive, dan bau asap yang mengganggu
- Aman bagi lingkungan, termasuk orang lain di sekitar Anda (tidak ada bahaya PEROKOK PASIF)
- Menghemat uang (1 buah refill setara 10 - 20 batang rokok biasa)
- Menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap
- Menghindari risiko kesehatan dari merokok
- Sebagai subtitusi pengganti rokok konvensional
- Merupakan terapi untuk berhenti merokok, karena anda tetap merasa seakan akan anda sedang merokok
- Dapat digunakan dimanapun, termasuk di tempat DILARANG MEROKOK
- Menghindari risiko kesehatan yang disebabkan oleh merokok
- Baterai bisa diisi ulang
- Tidak menyebabkan polusi udara. Asap yang keluar adalah asap dari kandungan gel yang diubah menjadi uap air oleh automizer
- Bentuk dan rasa hampir sama seperti aslinya rokok tembakau biasa, sehingga Anda dapat menikmati seluruh proses merokok.

- Filter Cartridge dapat diganti-ganti RASA / AROMA berdasarkan selera perokok, bahkan ada yang rasa buah-buahan.


Tersedia dalam 12 macam pilihan rasa:
Rasa Rokok:

1. DJISAMSOE 234
2. GUDANG GARAM
3. DJARUM SUPER
4. SAMPOERNA MILD
5. MARLBORO
6. MINT,
Rasa Buah:
7. VANILA,
8. LEMON,
9. APEL,
10. NANAS,
11. STROWBERY,
12. ORANGE

 

PENTING! Tips Agar Atomizer dan Baterai Awet :
1. Waktu menghisap jangan terlalu panjang dan jangan terlalu cepat.

2. Beri jeda +/- 5 detik antara setiap hisapan supaya atomizer kembali dingin.

3. Jangan memupat-mutar catridge, ketika catridge terpasang pada atomizer.

4. Ketika akan mengganti catridge cabutlah dengan arah yang lurus, JANGAN DIPUTAR.

5. JANGAN meletakkan rokok dalam keadaan lampu led DI BAWAH, karena cairan (gel) yang ada di dalam catridge bisa mengalir ke baterai dan menyebabkan kerusakan.

6. Rawat baterai rokok elektrik seperti baterai HP Anda.

7. Pisahkan baterai dan atomizer bila tidak dipakai dalam waktu yang lama, misalnya: saat tidur.

 

SMOKING EVERYWHERE. ENJOY...ENJOY and FUN!

Anda mau merokok di ruangan ber-AC?...atau di dalam mobil?.....atau didekat anak kecil dan wanita ?....atau di SPBU/POM, Bandara udara, Cafe serta area/kawasan terlarang merokok lainnya ?

Jawabnya : BOLEH!

Anda tidak perlu khawatir sebab rokok elektrik sudah didesign dan dibuat dengan teknologi tinggi sehingga tidak menimbulkan bau ampeg ketika dikonsumsi di ruang ber-AC..... Anda juga tidak perlu gelisah karena asap rokok elektrik tidak tidak berbahaya untuk kesehatan baik bagi yang mengkonsumsi rokok (perokok aktif) ataupun untuk orang lain yang berada di sekitarnya (perokok pasif)....Dan tentunya Anda tidak perlu takut sebab rokok elektrik tidak akan menimbulkan bahaya kebakaran kerena tidak memerlukan Api untuk penggunaannya

Bagaimana efek pada mulut, gigi, baju dan ruangan ?

Jawabnya: No Problem!

Dengan proses pembuatan produk yang sudah teruji, rokok elektrik jika dikonsumsi tidak akan meninggalkan bau yang tidak sedap(ampeg) di mulut dan baju, juga tidak menyebabkan gigi menjadi kuning serta tidak menghasilkan abu (ASH) sehingga ruangan tetap terjaga kebersihannya.

 

Kini...Anda bisa merokok di mananapun berada....

 

Foto Starter Pack Rokok Elektronik Health e-Cigarette Metal Case Series:

 

Foto Starter Pack Rokok Elektronik Health e-Cigarette Black Series:

 

Foto Starter Pack Rokok Elektronik Health e-Cigarette Green Series:

 

Foto Refill Catridge Rokok Elektrik Aneka Rasa:

]]>
http://grapiks.org/rss-comments/
Data Capaian Grapiks Periode Januari 2010 sd Juni 2010 http://grapiks.org/?pg=articles&article=41573 http://grapiks.org/?pg=articles&article=41573 Mon, 19 Jul 2010 14:56:15 +0700 YAYASAN GRAPIKS Data Grapiks http://grapiks.org/?pg=articles&article=41573 Untuk melihat capaian kerja kita KLIK DISINI

]]>
http://grapiks.org/rss-comments/
ENAM BULAN BERSAMA PENGGUNA NARKOBA SUNTIK http://grapiks.org/?pg=articles&article=40974 http://grapiks.org/?pg=articles&article=40974 Tue, 13 Jul 2010 11:29:08 +0700 YAYASAN GRAPIKS Aktivitas http://grapiks.org/?pg=articles&article=40974

  1. AKTIVITAS

 

A.1. OUTREACH

 

Yayasan Grapiks pada periode ini melakukan kegiatan Outreach di empat Wilayah ( Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Setelah amandemen kontrak kerjasama, Kegiatan ini melibatkan 12 orang petugas penjangkau full time dan 8 orang Volunteer.

 

Total penasun dampingan grapiks sampai dengan Juni 2010 berjumlah  2.285 orang. Berikut adalah sebaran jumlah penasun  di berbagai wilayah :

 

  Kota Bandung Kota Cimahi Kota Bekasi Kab Bekasi
Jumlah Penasun 770 200 980 335

 

-          Penjangkauan dan Pembinaan

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2009  menggambarkan bahwa kurangnya jumlah penasun yang mengakses layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas, maka d tahun 2010 petugas lapangan di dimotivsi untuk lebih meningkatkan hubungan antara penasun dan petugas puskesmas. Dengan terjalinnya hubungan yang baik antar mereka diharapkan penasun dapat mengakses berbagai kebutuhannya baik berupa pelayanan kesehatan dasar maupun kebutuhan terhadap jarum suntik steril melalui Puskesmas.

 

Mulai dari penyebaran direktori layanan CST yang disediakan KPA Kota Bandung, mengadakan berbagai pertemuan penasun di Puskesmas serta antar jemput penasun ke Puskesmas dan lembaga kesehatan lainnya telah dilakukan oleh petugas lapangan

 

Berdasarkan hasil informasi dari lapangan  menggambarkan bahwa kurang terlayaninya penasun  dampingan “lembaga lain”, maka petugas lapangan dimotivasi untuk memperluas cakupan agar dapat menjangkau dan memberikan pelayanan kepada penasun yang sudah tidak terlayani oleh “lembaga tersebut”.

 

Mulai dari berkoordinasi dengan “lembaga tersebut”, mencari informasi dari mantan PO yang bersangkuan, hingga merekrut PO dari lembaga tersebut telah dilakukan.

 

-          Clean Up

Berdasarkan data terakhir dari Dinkes Kota Bandung  menyatakan bahwa masih banyaknya limbah jarum suntik yang berada di sembarang tempat, maka kami terus berupaya mendorong petugas lapangan untuk melakukan penyisiran atau mengambil limbah jarum tersebut, kegiatan ini menjadi bagian yang harus dilakukan oleh masing-masing petugas lapangan.

 

Adakalanya kita melakukan kegiatan ini secara serentak di beberapa titik yang menjadi tempat pembuangan limbah jarum, seperti yang dilakukan di bulan April 2010 di wilayah Dago, RSHS dan sekitarnya.

 

-          Kaderisasi

Memahami keterbatasan yang ada, baik dari sisi sumber daya dan sumber dana yang ada serta dengan memperhatikan masalah yang semakin bertambah komplek, maka pendekatan berkelompok dan melakukan pengkaderan adalah langkah yang kami pandang sangat efektif untuk menghadapi berbagai masalah.

 

A.2. RUTAN

 

-          Training Kader

Tahun 2009 intervensi yang dilakukan berbentuk penyuluhan, Setiap sesi dihadiri oleh peserta yang berbeda dengan bulan sebelumnya. kelemahan dari model penyuluhan adalah adanya kesulitan bagi kita untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Kita tidak dapat memastikan apakah mereka melakukan transformasi informasi atau tidak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka di tahun 2010, polanya bukan penyuluhan tapi pengkaderan yang orangnya bersifat tetap.

 

-          Evaluasi dan Monitoring Kader

Dengan model pengkaderan, kita lebih mudah untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta memastikan apakah mereka melakukan transformasi informasi atau tidak.

 

  1. HASIL YANG DICAPAI

 

B.1. OUTREACH

 

-          Penjangkauan dan Pembinaan

Berikut adalah capaian sampai dengan Juni 2010 berdasarkan indicator yang sudah disepakati dan dilihat dari sisi prosentase capaian berdasarkan target yang sudah ditentukan :

 

No

Indikator

Bandung

Cimahi

Kota Bekasi

Kab Bekasi

1

Capaian Pelayanan HR

71.56%

81.57%

60.89%

40.01%

2

Capaian Penasun Lama Yang Terjangkau

75.90%

81.48%

90.48%

40.47%

3

Capaian Penasun Baru Yang Terjangkau

59.05%

81.93%

33.57%

39.63%

4

Capaian Penasun Lama Yang Ikut NEP

69.08%

31.75%

122.45%

46.91%

5

Capaian Penasun Baru Yang Ikut NEP

60.96%

57.02%

42.40%

22.10%

6

Capaian Distribusi Jarum

82.80%

81.67%

62.15%

39.01%

7

Capaian Pengembalian Jarum Bekas

86.52%

104.97%

70.53%

42.09%

8

Capaian Distribusi KIE

30.71%

41.01%

5.82%

10.62%

9

Capaian Distribusi Kondom

72.80%

65.07%

90.84%

42.62%

10

Capaian Rujukan Test HIV

5.19%

55.98%

19.99%

7.78%

11

Capaian Rujukan PTRM

7.78%

35.99%

1.82%

0.00%

12

Capaian Rujukan NEP Ke PKM

92.21%

89.00%

20.96%

16.67%

13

Capaian Rujukan Kesdas ke PKM

24.09%

59.18%

32.42%

22.67%

14

Capaian Meeting Pasangan Penasun

175.00%

114.29%

39.29%

28.57%

 

Adapun hasil secara kumulatif diempat wilayah adalah sebagai berikut :

 

a.    Dari 2850 penasun yang ditargetkan untuk mengakses layanan HR, dalam enam bulan terkhir ternyata  61%  pernah mangakses layanan, jumlahnya sebanyak 1.758 orang. Angka ini sebenarnya melebihi target enam bulanan.

b.    Jumlah penasun yang pernah mengakses jarum di Grapiks sebanyak 922 orang, sedangkan total jarum steril yang berhasil didistribusikan berjumlah 31.649. Ini menunjukkan bahwa mereka telah banyak mengambil jarum di PKM

c.     Sebanyak 55% jarum yang didistribusikan berhasil dikumpulkan dengan berbagai cara, biasanya jarum bekas ini mereka simpan di tempat-tempat yang sudah disepakati bersama misalnya di pos informasi, di rumah PO, di rumah penasun atau tempat-tempat tertentu

d.    Dari 797 penasun yang ditargetkan 44%-nya berhasil dirujuk untuk mengakses jarum di PKM, sampai Juni 2010 jumlahnya sebanyak 352 orang

e.    Pos Informasi yang menjadi perpanjangan tangan dari PKM dan LSM berjumlah 12 Pos, Sampai hari ini Pos informasi menjadi tempat yang efektif untuk melakukan berbagai intervensi program, dari mulai sosialisasi kepada masyarakat, diskusi perubahan perilaku dengan penasun sampai dengan pengumpulan limbah jarum banyak dilakukan di tempat ini.

 

-          Clean Up

Ada sekitar 45% jarum yang didistribusikan belum diinput oleh team grapiks, keberadaan jarum tersebut  sebagian kecil dikembalikan langsung ke PKM oleh penasun, sebagian masih tersimpan di pos informasi, ada yang masih tersimpan di rumah-rumah atau ditempat tertentu yang biasa mereka simpan, dan sebagian kecil mereka buang di sembarang tempat.

 

Untuk yang dibuang disembarang tempat, kita melakukan upaya pembersihan yang biasa disebut clean up day. Dalam periode 6 bulan ini di wilayah Bandung dan sekitarnya khususnya di daerah RSHS dan Dago kita melakukan kegiatan clean up day, dari kegiatan tersebut sejumlah 72 jarum berhasil dikumpulkan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian mereka untuk tidak membuang jarum di sembarang tempat sudah cukup baik

 

-          Kaderisasi

Dalam periode ini sebanyak 20 orang berhasil kita kumpulkan untuk dijadikan kader, mereka diambil dari kalangan komunitas penasun dan masyarakat peduli. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kader, beberapa diantaranya adalah pembekalan pengetahuan yang dilakukan dalam acara meeting kader, melibatkan mereka dalam kegiatan, dan mengikutsertakan mereka dalam beberapa forum diskusi. Adapun materi yang pernah diberikan kepada mereka adalah sebagai berikut :

a.    Informasi tentang HIV-AIDS (HIV dasar)

b.    Menangani Over Dosis

c.     Pengenalan Infeksi Oportunistik

d.    Adiksi

 

Diantara kader ada yang sudah melakukan distribusi jarum, distribusi kondom, membawa penasun ke akses layanan dan berbagi informasi dengan masyarakat

 

B.2. RUTAN

 

-          Training Kader

20 orang warga binaan Rutan Kebon Waru Kelas I Bandung berhasil dikumpulkan dari berbagai blok, mereka dipilih oleh petugas rutan berdasarkan permintaan Yayasan Grapiks, kita mengharapkan kader yang dipilih adalah mereka warga binaan yang dipastikan masih lama tinggal di rutan. Pada tanggal 22 sd 23 Maret 2010 kita melakukan training yang secara resmi dibuka oleh Kepala Rutan. Adapun materi yang kita berikan adalah sebagai berikut :

a.    Pengenalan tentang narkoba dan perundang-undangannya

b.    Harm reduction dan HIV Dasar

c.     Infeksi Menular Seksual

d.    Program Terapi Rumatan Methadone

e.    Kesehatan Lingkungan

f.     Voluntary Counseling and Test

g.    Seni Berkomunikasi

 

-          Evaluasi dan Monitoring Kader

Training adalah tahap awal untuk meningkatkan pengetahuan dan memunculkan kesadaran, kekuatan training biasanya hanya bersifat sementara. Oleh karenanya untuk tetap memelihara kesadaran dan komitmen kader kita lakukan pemeliharaan kader yang biasa kita kenal dengan evaluasi dan monitoring melalui pertemuan rutin bulanan.

 

Sampai dengan Juni 2010 kita telah melakukan 3 kali pertemuan kader, dari hasil diskusi dengan petugas rutan dan kader, diketahui bahwa seluruh kader pernah menyampaikan pengetahuannya kepada warga binaan lain dan sebagian kader menyampaikan pengetahuannya secara periodik ke berbagai blok setiap minggu bersama petugas rutan

 

  1. TANTANGAN YANG DIHADAPI

 

C.1. OUTREACH

 

-          Penjangkauan dan Pembinaan

Data Grapiks menunjukkan bahwa penasun yang mengakses NEP ke lembaga kami berjumlah 922 orang, tapi baru 352 orang yang berhasil dirujuk untuk mengambil jarum ke PKM, dari ke-352 orang ini tidak selamanya mereka mengakses jarum ke PKM, terutama pada jam PKM tutup mereka masih mengakses jarum di LSM atau Pos, tidak banyak dari mereka yang mengambil dan menyimpan jarum dari PKM untuk kebutuhannya sendiri . Hal ini disebabkan karena kekhawatiran mereka terhadap tindakan yang akan diambil pihak keluarga jika diketahui masih menggunakan jarum.

 

Dari 352 penasun yang mengakses jarum di PKM, tidak semuanya melakukan pemeriksaan kesehatan, banyak diantara mereka datang ke PKM untuk mengakses jarum saja, hanya 232 orang yang pernah mengakses pelayanan kesehatan di PKM, itupun  frekwensinya tidak begitu sering.

 

Dalam periode ini tidak banyak dampingan grapiks yang mengakses layanan VCT, capaiannya baru 15% . Di Bandung saja hanya 7 orang yang mengakses layanan VCT. Hal ini disebabkan karena sudah banyaknya penasun di Bandung yang pernah mengikuti VCT. Data Hikha Jabar per Desember 2009 menunjukkan bahwa 383 penasun Bandung dampingan Grapiks pernah mengakses layanan VCT di Hikha Jabar, hasilnya 101 terinfeksi HIV.   

 

-          Clean Up

Ada sebagian kecil dampingan, karena kondisi tertentu membuang jarum bekas ke tempat yang sulit dijangkau, misalnya dibuang ke sungai dan ke closet

 

-          Kaderisasi

Karena kesibukan kader ditempat lain mengakibatkan sulitnya menghadirkan kader secara keseluruhan dalam acara rutin bulanan.

 

 

C.2. RUTAN

 

-          Training Kader

Kita berharap kader yang ada di rutan di dominasi oleh komunitas penasun, namun pihak rutan “sepertinya” agak keberatan karena system database yang dimiliki hanya berbasis kasus. Berdasarkan hasil diskusi dengan kader, dari 20 orang kader, penasunnya tidak lebih dari 25%.

 

-          Evaluasi dan Monitoring Kader

Kondisi rutan yang bersifat on off, berdampak pada keutuhan personil kader yang ada di rutan, sampai dengan akhir Juni 2010 hanya 5 orang kader saja yang bisa mengikuti kegiatan rutin meeting kader, selebihnya adalah kader pengganti yang diikutsertakan karena kader awal telah keluar dari rutan. Hal ini berakibat pada tingkat pemahaman kader yang tidak merata

 

  1. RENCANA TINDAK LANJUT / REKOMENDASI

 

D.1. OUTREACH

 

-          Penjangkauan dan Pembinaan

Di enam bulan kedepan  penasun akan lebih dimotivasi untuk mengambil jarum di PKM melebihi kebutuhan pada saat itu, diupayakan mereka bisa menyimpan jarum steril sendiri dengan aman, sehingga pada saat PKM tutup atau libur mereka dapat menggunakan stok jarum dari PKM yang mereka simpan,  sehingga distribusi jarum melalui PKM akan lebih meningkat.

 

Karena kuantitas dan kualitas kunjungan penasun ke PKM masih rendah, maka akan diupayakan beberapa strategi baru, salah satu yang akan di lakukan adalah penguatan monitoring kunjungan penasun ke PKM, kita akan mengarahkan penasun untuk mengakses layanan kesehatan di PKM secara periodik, misalnya 2 bulan sekali atau  3 bulan sekali penasun harus berkunjung untuk memeriksakan kesehatannya ke PKM

 

Melalui media KIE ataupun diskusi-diskusi kecil, peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran untuk di VCT akan terus dilakukan dalam bentuk pemberian informasi kepada penasun yang belum di VCT. Selain itu koordinasi dengan lembaga penyedia VCT akan terus ditingkatkan, 

 

-          Clean Up

Mempertahankan kesadaran penasun untuk tidak membuang jarum di tempat yang sulit dijangkau meskipun dalam kondisi tertentu. Kegiatan yang akan dilakukan adalah menentukan tempat pembuangan limbah jarum bersama petugas lapangan.

 

-          Kaderisasi

Kader yang berhalangan hadir harus digantikan oleh teman dekatnya untuk memeberikan informasi hasil pertemuan bulanan, dan petugas lapangan pun bertanggungjawab untuk memonitoring tersampaikannya pesan dalam pertemuan kepada kader

 

D.2. RUTAN

 

-          Training Kader

Data yang ada di rutan hanya berbasis kasus, kita akan upayakan agar rutan memiliki data berbasis perilaku penggunaan narkoba suntik

 

-          Evaluasi dan Monitoring Kader

Karena banyak kader pengganti yang belum mengikuti training, maka agenda pertemuan rutin bulanan yang asalnya hanya bersifat monitoring akan ditambahkan dengan agenda pengayaan materi

 

 

  1. Kegiatan Dukungan dan Pengembangan Periode Januari 2010 sd Juni 2010

 

  • Bantuan nutrisi bagi Anak ODHA, kerjasama dengan KPA Kota Bandung
  • Bantuan rawat inap dan rawat jalan bagi ODHA, kerjasama dengan Javanessia melalui program “ I Love Natural  Therapy “ di Kota Bandung
  • Penyusunan MoU Harm Reduction dan HIV-AIDS dengan Dinkes Kota Cimahi
  • Sosialisasi HIV-AIDS dan HR di 5 SMU Negeri Kota Bekasi
  • Sosialisasi HIV-AIDS dan HR di 4 kelurahan Kota bekasi
  • Pelatihan 16 kader HR untuk PKM di Bekasi
  • Penyusunan draft Perwal Perda HIV-AIDS Kota Bekasi

 

 

 

 

 

]]>
http://grapiks.org/rss-comments/
OBAT HIV/AIDS DITEMUKAN ? http://grapiks.org/?pg=articles&article=16515 http://grapiks.org/?pg=articles&article=16515 Fri, 4 Dec 2009 17:36:11 +0700 YAYASAN GRAPIKS Informasi http://grapiks.org/?pg=articles&article=16515

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV , virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.


Gambar 1A Struktur Virus HIV


Gambar 1B Daur hidup HIV

Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase , sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease .

Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.

Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.


Gambar 2 (klik untuk memperbesar)

Gambar 2 menunjukkan skema produk translasional dari gen gag-pol dan daerah di mana produk dari gen tersebut dipecah oleh protease. p17 berfungsi sebagai protein kapsid, p24 protein matriks, dan p7 nukleokapsid. p2, p1 dan p6 merupakan protein kecil yang belum diketahui fungsinya. Tanda panah menunjukkan proses pemotongan yang dikatalisis oleh protease HIV (Flexner, 1998).

Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir , nelfinavir , ritonavir dan saquinavir . Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir . Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal . Hiperlipidemia , intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.


Gambar 3 (klik untuk memperbesar)

Gambar 3 menujukkan lima struktur inhibitor protease HIV dengan aktivitas antiretroviral pada uji klinis. NHtBu = amido tersier butil dan Ph = fenil (Flexner, 1998).

Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikator bekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick & Potts, 1998).

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.

Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia? Wallahu a’lam.


sumber : chem-is-try.org

]]>
http://grapiks.org/rss-comments/
TIGA STRATEGI PENANGGULANGAN BAHAYA NARKOBA http://grapiks.org/?pg=articles&article=14551 http://grapiks.org/?pg=articles&article=14551 Sat, 28 Nov 2009 06:17:53 +0700 YAYASAN GRAPIKS Informasi http://grapiks.org/?pg=articles&article=14551 Ada tiga strategi yang dapat di gunakan dalam menanggulangi bahaya narkoba, dan strategi yang paling efektif untuk untuk mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba, khususnya narkoba yang disuntikkan adalah strategi yang ketiga, Harm Reduction.

1. Suplai Reduction dilakukan dengan cara mempersempit ruang gerak pemasok untuk mendistribusikan narkoba. Langkah-langkah untuk melakukan hal ini bersifat represif dengan mengedepankan pendekatan hukum, biasa dilakukan oleh Kepolisian.

2. Demand Reduction dilakukan dengan cara mengurangi kuantias permintaan pengguna. Langkah-langkahnya bersifat persuasif dengan mengedepankan pendekatan educatif, Biasa dilakukan oleh banyak institusi

3. Harm Reduction dilakukan dengan cara mengurangi dampak buruk dari penggunaan narkoba, khususnya narkoba yang disuntikkan. Langkah-langkahnya bersifat persuasif ekslusif dengan mengedepankan pendekatan kesehatan.

Sadari posisi kita dimana, dan lakukanlah pendekatan yang tepat untuk membantu upaya penanggulangan bahaya narkoba !!!!

]]>
http://grapiks.org/rss-comments/
KUMPULAN LAGU GRAPIKS http://grapiks.org/?pg=articles&article=14933 http://grapiks.org/?pg=articles&article=14933 Fri, 20 Nov 2009 09:08:30 +0700 YAYASAN GRAPIKS Lagu-lagu http://grapiks.org/?pg=articles&article=14933

SPECIAL DRUGS EDITION

CD 4 BAND GRAPIKS

Cipt   : Mang Tono

 

 

 

  1. PUTAW

 

Jangan coba pakaw

Nanti bisa pedow

Apalagi putaw

Nanti bisa sakaw

 

Awas ada polwil

Dengan kapten iwil

Nanti digiriwil

Diancam dibedil

 

* Reff

 

Jangan mencoba, pakai putau bersama

Itu berbahaya, bisa dipenjara

Jangan mencoba, pakai jarum bersama

Itu berbahaya, bisa jadi ODHA

 

Awas dengan si cepok

Dia bisa macok

Daripada cekcok

Lebih baik ngorok

 

Jangan mencoba pakai putaw bersama

Itu berbahaya bisa dipenjara

 

*Back to song

 

 

  1. DISKRIMINASI

 

ODH   juga manusia

Mempunyai hak yang sama

Jangan membuat stigma

Tindakan itu tercela

 

Mari kita inrospeksi

Terhadap diri sendiri

Jangan berlaku korupsi

Tindakan tidak terpuji

 

Wahai umat manusia

Mari kita sama sama

Membangun Nusa dan Bangsa

Agar berakhlak mulia

 

Wahai umat minoritas

Jangan merasa tertindas

Oleh orang-orang cerdas

Itu preman berdasi/cicadas

 

*Reff

 

Jangan membuat diskriminasi

Jangan membuat stigmatisasi

Bantulah kami makhluk yang kerdil

Jangan berlaku yang tidak adil

 

*Back to song

 

 

  1. KARAKTER

 

Pagi bokul siang pakaw

Sore bokul malam pakaw

Tiada hari tanpa putaw

Tiap hari muka pedaw

 

Jambret kiri jambret kanan

Sabet kiri sabet kanan

Yang penting putaw berjalan

Walaupun masuk tahanan

 

*Reff

 

Jadi bandar ga punya modal

Jadi kurir takut polisi

Jadi cepok putaw berjalan

Tapi banyak musuh di jalan

 

Pagi bokul siang pakaw

Sore bokul malam pakaw

Tiada hari tanpa putaw

Tiap hari muka pedaw

 

Wahai junky hati-hati

Kita harus mawas diri

Wahai junky kita henti

Sampai akhir dunia ini

 

*Back to song

 

 

  1. WASPADA

 

Tong tebleng tong teler

Tong gedeg nepi ngagoler

Awas reserse kukurilingan

Neangan junky di pajajaran

 

Awas hati-hati

Ditewak polisi

Maneh sing waspada

Bisi aya POLDA

 

*Reff

 

Mun haying salamet

Kudu waspada

Tong nyoba-nyoba

Make NARKOBA

 

Gilang rek tobat

Moal dahar obat

Gilang rek berobat

Hayang awak sehat

 

Dipariksana ku Dokter Rahmat

Tempat praktekna

Puskesmas Bubat

 

*Back to song

 

 

  1. DRUGS

 

Don’t you try don’t you use

Magadon, cosadon, rohiphnol and dumolit

Heroin, cocain, ectasy, shabu-shabu

 

Don’t you try don’t you use

Lexotan, pil BK, clozaphine, clozaril

Please help me, hi docter

I’m craving drugs

Please you try, please you use

Methadon and subuxon

 

*Back to song

 

 

 

]]>
http://grapiks.org/rss-comments/