Hubungi : Giri-Grapiks
o818228887
022 70988609

A.1. OUTREACH
Yayasan Grapiks pada periode ini melakukan kegiatan Outreach di empat Wilayah ( Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Setelah amandemen kontrak kerjasama, Kegiatan ini melibatkan 12 orang petugas penjangkau full time dan 8 orang Volunteer.
Total penasun dampingan grapiks sampai dengan Juni 2010 berjumlah 2.285 orang. Berikut adalah sebaran jumlah penasun di berbagai wilayah :
| Kota Bandung | Kota Cimahi | Kota Bekasi | Kab Bekasi | |
| Jumlah Penasun | 770 | 200 | 980 | 335 |
- Penjangkauan dan Pembinaan
Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2009 menggambarkan bahwa kurangnya jumlah penasun yang mengakses layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas, maka d tahun 2010 petugas lapangan di dimotivsi untuk lebih meningkatkan hubungan antara penasun dan petugas puskesmas. Dengan terjalinnya hubungan yang baik antar mereka diharapkan penasun dapat mengakses berbagai kebutuhannya baik berupa pelayanan kesehatan dasar maupun kebutuhan terhadap jarum suntik steril melalui Puskesmas.
Mulai dari penyebaran direktori layanan CST yang disediakan KPA Kota Bandung, mengadakan berbagai pertemuan penasun di Puskesmas serta antar jemput penasun ke Puskesmas dan lembaga kesehatan lainnya telah dilakukan oleh petugas lapangan
Berdasarkan hasil informasi dari lapangan menggambarkan bahwa kurang terlayaninya penasun dampingan “lembaga lain”, maka petugas lapangan dimotivasi untuk memperluas cakupan agar dapat menjangkau dan memberikan pelayanan kepada penasun yang sudah tidak terlayani oleh “lembaga tersebut”.
Mulai dari berkoordinasi dengan “lembaga tersebut”, mencari informasi dari mantan PO yang bersangkuan, hingga merekrut PO dari lembaga tersebut telah dilakukan.
- Clean Up
Berdasarkan data terakhir dari Dinkes Kota Bandung menyatakan bahwa masih banyaknya limbah jarum suntik yang berada di sembarang tempat, maka kami terus berupaya mendorong petugas lapangan untuk melakukan penyisiran atau mengambil limbah jarum tersebut, kegiatan ini menjadi bagian yang harus dilakukan oleh masing-masing petugas lapangan.
Adakalanya kita melakukan kegiatan ini secara serentak di beberapa titik yang menjadi tempat pembuangan limbah jarum, seperti yang dilakukan di bulan April 2010 di wilayah Dago, RSHS dan sekitarnya.
- Kaderisasi
Memahami keterbatasan yang ada, baik dari sisi sumber daya dan sumber dana yang ada serta dengan memperhatikan masalah yang semakin bertambah komplek, maka pendekatan berkelompok dan melakukan pengkaderan adalah langkah yang kami pandang sangat efektif untuk menghadapi berbagai masalah.
A.2. RUTAN
- Training Kader
Tahun 2009 intervensi yang dilakukan berbentuk penyuluhan, Setiap sesi dihadiri oleh peserta yang berbeda dengan bulan sebelumnya. kelemahan dari model penyuluhan adalah adanya kesulitan bagi kita untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Kita tidak dapat memastikan apakah mereka melakukan transformasi informasi atau tidak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka di tahun 2010, polanya bukan penyuluhan tapi pengkaderan yang orangnya bersifat tetap.
- Evaluasi dan Monitoring Kader
Dengan model pengkaderan, kita lebih mudah untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta memastikan apakah mereka melakukan transformasi informasi atau tidak.
B.1. OUTREACH
- Penjangkauan dan Pembinaan
Berikut adalah capaian sampai dengan Juni 2010 berdasarkan indicator yang sudah disepakati dan dilihat dari sisi prosentase capaian berdasarkan target yang sudah ditentukan :
|
No |
Indikator |
Bandung |
Cimahi |
Kota Bekasi |
Kab Bekasi |
|
1 |
Capaian Pelayanan HR |
71.56% |
81.57% |
60.89% |
40.01% |
|
2 |
Capaian Penasun Lama Yang Terjangkau |
75.90% |
81.48% |
90.48% |
40.47% |
|
3 |
Capaian Penasun Baru Yang Terjangkau |
59.05% |
81.93% |
33.57% |
39.63% |
|
4 |
Capaian Penasun Lama Yang Ikut NEP |
69.08% |
31.75% |
122.45% |
46.91% |
|
5 |
Capaian Penasun Baru Yang Ikut NEP |
60.96% |
57.02% |
42.40% |
22.10% |
|
6 |
Capaian Distribusi Jarum |
82.80% |
81.67% |
62.15% |
39.01% |
|
7 |
Capaian Pengembalian Jarum Bekas |
86.52% |
104.97% |
70.53% |
42.09% |
|
8 |
Capaian Distribusi KIE |
30.71% |
41.01% |
5.82% |
10.62% |
|
9 |
Capaian Distribusi Kondom |
72.80% |
65.07% |
90.84% |
42.62% |
|
10 |
Capaian Rujukan Test HIV |
5.19% |
55.98% |
19.99% |
7.78% |
|
11 |
Capaian Rujukan PTRM |
7.78% |
35.99% |
1.82% |
0.00% |
|
12 |
Capaian Rujukan NEP Ke PKM |
92.21% |
89.00% |
20.96% |
16.67% |
|
13 |
Capaian Rujukan Kesdas ke PKM |
24.09% |
59.18% |
32.42% |
22.67% |
|
14 |
Capaian Meeting Pasangan Penasun |
175.00% |
114.29% |
39.29% |
28.57% |
Adapun hasil secara kumulatif diempat wilayah adalah sebagai berikut :
a. Dari 2850 penasun yang ditargetkan untuk mengakses layanan HR, dalam enam bulan terkhir ternyata 61% pernah mangakses layanan, jumlahnya sebanyak 1.758 orang. Angka ini sebenarnya melebihi target enam bulanan.
b. Jumlah penasun yang pernah mengakses jarum di Grapiks sebanyak 922 orang, sedangkan total jarum steril yang berhasil didistribusikan berjumlah 31.649. Ini menunjukkan bahwa mereka telah banyak mengambil jarum di PKM
c. Sebanyak 55% jarum yang didistribusikan berhasil dikumpulkan dengan berbagai cara, biasanya jarum bekas ini mereka simpan di tempat-tempat yang sudah disepakati bersama misalnya di pos informasi, di rumah PO, di rumah penasun atau tempat-tempat tertentu
d. Dari 797 penasun yang ditargetkan 44%-nya berhasil dirujuk untuk mengakses jarum di PKM, sampai Juni 2010 jumlahnya sebanyak 352 orang
e. Pos Informasi yang menjadi perpanjangan tangan dari PKM dan LSM berjumlah 12 Pos, Sampai hari ini Pos informasi menjadi tempat yang efektif untuk melakukan berbagai intervensi program, dari mulai sosialisasi kepada masyarakat, diskusi perubahan perilaku dengan penasun sampai dengan pengumpulan limbah jarum banyak dilakukan di tempat ini.
- Clean Up
Ada sekitar 45% jarum yang didistribusikan belum diinput oleh team grapiks, keberadaan jarum tersebut sebagian kecil dikembalikan langsung ke PKM oleh penasun, sebagian masih tersimpan di pos informasi, ada yang masih tersimpan di rumah-rumah atau ditempat tertentu yang biasa mereka simpan, dan sebagian kecil mereka buang di sembarang tempat.
Untuk yang dibuang disembarang tempat, kita melakukan upaya pembersihan yang biasa disebut clean up day. Dalam periode 6 bulan ini di wilayah Bandung dan sekitarnya khususnya di daerah RSHS dan Dago kita melakukan kegiatan clean up day, dari kegiatan tersebut sejumlah 72 jarum berhasil dikumpulkan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian mereka untuk tidak membuang jarum di sembarang tempat sudah cukup baik
- Kaderisasi
Dalam periode ini sebanyak 20 orang berhasil kita kumpulkan untuk dijadikan kader, mereka diambil dari kalangan komunitas penasun dan masyarakat peduli. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kader, beberapa diantaranya adalah pembekalan pengetahuan yang dilakukan dalam acara meeting kader, melibatkan mereka dalam kegiatan, dan mengikutsertakan mereka dalam beberapa forum diskusi. Adapun materi yang pernah diberikan kepada mereka adalah sebagai berikut :
a. Informasi tentang HIV-AIDS (HIV dasar)
b. Menangani Over Dosis
c. Pengenalan Infeksi Oportunistik
d. Adiksi
Diantara kader ada yang sudah melakukan distribusi jarum, distribusi kondom, membawa penasun ke akses layanan dan berbagi informasi dengan masyarakat
B.2. RUTAN
- Training Kader
20 orang warga binaan Rutan Kebon Waru Kelas I Bandung berhasil dikumpulkan dari berbagai blok, mereka dipilih oleh petugas rutan berdasarkan permintaan Yayasan Grapiks, kita mengharapkan kader yang dipilih adalah mereka warga binaan yang dipastikan masih lama tinggal di rutan. Pada tanggal 22 sd 23 Maret 2010 kita melakukan training yang secara resmi dibuka oleh Kepala Rutan. Adapun materi yang kita berikan adalah sebagai berikut :
a. Pengenalan tentang narkoba dan perundang-undangannya
b. Harm reduction dan HIV Dasar
c. Infeksi Menular Seksual
d. Program Terapi Rumatan Methadone
e. Kesehatan Lingkungan
f. Voluntary Counseling and Test
g. Seni Berkomunikasi
- Evaluasi dan Monitoring Kader
Training adalah tahap awal untuk meningkatkan pengetahuan dan memunculkan kesadaran, kekuatan training biasanya hanya bersifat sementara. Oleh karenanya untuk tetap memelihara kesadaran dan komitmen kader kita lakukan pemeliharaan kader yang biasa kita kenal dengan evaluasi dan monitoring melalui pertemuan rutin bulanan.
Sampai dengan Juni 2010 kita telah melakukan 3 kali pertemuan kader, dari hasil diskusi dengan petugas rutan dan kader, diketahui bahwa seluruh kader pernah menyampaikan pengetahuannya kepada warga binaan lain dan sebagian kader menyampaikan pengetahuannya secara periodik ke berbagai blok setiap minggu bersama petugas rutan
C.1. OUTREACH
- Penjangkauan dan Pembinaan
Data Grapiks menunjukkan bahwa penasun yang mengakses NEP ke lembaga kami berjumlah 922 orang, tapi baru 352 orang yang berhasil dirujuk untuk mengambil jarum ke PKM, dari ke-352 orang ini tidak selamanya mereka mengakses jarum ke PKM, terutama pada jam PKM tutup mereka masih mengakses jarum di LSM atau Pos, tidak banyak dari mereka yang mengambil dan menyimpan jarum dari PKM untuk kebutuhannya sendiri . Hal ini disebabkan karena kekhawatiran mereka terhadap tindakan yang akan diambil pihak keluarga jika diketahui masih menggunakan jarum.
Dari 352 penasun yang mengakses jarum di PKM, tidak semuanya melakukan pemeriksaan kesehatan, banyak diantara mereka datang ke PKM untuk mengakses jarum saja, hanya 232 orang yang pernah mengakses pelayanan kesehatan di PKM, itupun frekwensinya tidak begitu sering.
Dalam periode ini tidak banyak dampingan grapiks yang mengakses layanan VCT, capaiannya baru 15% . Di Bandung saja hanya 7 orang yang mengakses layanan VCT. Hal ini disebabkan karena sudah banyaknya penasun di Bandung yang pernah mengikuti VCT. Data Hikha Jabar per Desember 2009 menunjukkan bahwa 383 penasun Bandung dampingan Grapiks pernah mengakses layanan VCT di Hikha Jabar, hasilnya 101 terinfeksi HIV.
- Clean Up
Ada sebagian kecil dampingan, karena kondisi tertentu membuang jarum bekas ke tempat yang sulit dijangkau, misalnya dibuang ke sungai dan ke closet
- Kaderisasi
Karena kesibukan kader ditempat lain mengakibatkan sulitnya menghadirkan kader secara keseluruhan dalam acara rutin bulanan.
C.2. RUTAN
- Training Kader
Kita berharap kader yang ada di rutan di dominasi oleh komunitas penasun, namun pihak rutan “sepertinya” agak keberatan karena system database yang dimiliki hanya berbasis kasus. Berdasarkan hasil diskusi dengan kader, dari 20 orang kader, penasunnya tidak lebih dari 25%.
- Evaluasi dan Monitoring Kader
Kondisi rutan yang bersifat on off, berdampak pada keutuhan personil kader yang ada di rutan, sampai dengan akhir Juni 2010 hanya 5 orang kader saja yang bisa mengikuti kegiatan rutin meeting kader, selebihnya adalah kader pengganti yang diikutsertakan karena kader awal telah keluar dari rutan. Hal ini berakibat pada tingkat pemahaman kader yang tidak merata
D.1. OUTREACH
- Penjangkauan dan Pembinaan
Di enam bulan kedepan penasun akan lebih dimotivasi untuk mengambil jarum di PKM melebihi kebutuhan pada saat itu, diupayakan mereka bisa menyimpan jarum steril sendiri dengan aman, sehingga pada saat PKM tutup atau libur mereka dapat menggunakan stok jarum dari PKM yang mereka simpan, sehingga distribusi jarum melalui PKM akan lebih meningkat.
Karena kuantitas dan kualitas kunjungan penasun ke PKM masih rendah, maka akan diupayakan beberapa strategi baru, salah satu yang akan di lakukan adalah penguatan monitoring kunjungan penasun ke PKM, kita akan mengarahkan penasun untuk mengakses layanan kesehatan di PKM secara periodik, misalnya 2 bulan sekali atau 3 bulan sekali penasun harus berkunjung untuk memeriksakan kesehatannya ke PKM
Melalui media KIE ataupun diskusi-diskusi kecil, peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran untuk di VCT akan terus dilakukan dalam bentuk pemberian informasi kepada penasun yang belum di VCT. Selain itu koordinasi dengan lembaga penyedia VCT akan terus ditingkatkan,
- Clean Up
Mempertahankan kesadaran penasun untuk tidak membuang jarum di tempat yang sulit dijangkau meskipun dalam kondisi tertentu. Kegiatan yang akan dilakukan adalah menentukan tempat pembuangan limbah jarum bersama petugas lapangan.
- Kaderisasi
Kader yang berhalangan hadir harus digantikan oleh teman dekatnya untuk memeberikan informasi hasil pertemuan bulanan, dan petugas lapangan pun bertanggungjawab untuk memonitoring tersampaikannya pesan dalam pertemuan kepada kader
D.2. RUTAN
- Training Kader
Data yang ada di rutan hanya berbasis kasus, kita akan upayakan agar rutan memiliki data berbasis perilaku penggunaan narkoba suntik
- Evaluasi dan Monitoring Kader
Karena banyak kader pengganti yang belum mengikuti training, maka agenda pertemuan rutin bulanan yang asalnya hanya bersifat monitoring akan ditambahkan dengan agenda pengayaan materi
Wed, 14 Jul 2010 @11:16Arry L Putra |
Wed, 14 Jul 2010 @12:24YAYASAN GRAPIKS |
Copyright © 2010 Yayasan Grapiks · All Rights Reserved
Powered by sitekno